Home / Liquid Control Flow Meter / Kalibrasi Flow Meter Beserta Manfaatnya

article Kalibrasi Flow Meter Beserta Manfaatnya cover image

Kalibrasi Flow Meter Beserta Manfaatnya

Flow meter merupakan salah satu alat dalam proses industri. Fungsinya yaitu sebagai alat pengukur laju aliran/fluida ataupun gas. Laju aliran mengacu pada kecepatan dimana fluida bergerak melalui pipa, lubang atau bejana pada waktu tertentu. Kemudian teknisi akan mengukur nilai laju tersebut untuk memantau dan mengatur kecepatannya

Namun sebagaimana alat-alat industri pada umumnya. Penggunaan dari flow meter yang terus-menerus dan berkala tentu dapat berpengaruh pada tingkat performanya. Dimana penurunan performa ini dapat berpengaruh terhadap tingkat akurasi, kecepatan maupun kestabilan alat. Hal tersebut tentu harus dihindari karena dapat mengganggu kinerja kegiatan industri.

Flow meter yang tidak dapat mengukur dengan baik tentu dapat menyebabkan berbagai masalah. Kita ambil contoh dalam pengaplikasian custody transfer pada minyak mentah dan gas alam, dimana kesalahan kecil pun dapat menyebabkan kerugian besar. Selain itu pada industri pengolahan makanan, kesalahan serupa dapat berdampak buruk pada kualitas dan keamanan produk makanan.

Terkait dengan masalah tersebut, dalam dunia industri terdapat istilah “kalibrasi flow meter”. Dalam konteks ini flow meter akan dikalibrasi secara berkala untuk memastikan bahwa pengukuran yang dilakukan akurat. Sehingga kegiatan operasional dapat berjalan dengan aman dan tepat waktu.


Pengertian Kalibrasi Flow Meter

Kalibrasi flow meter adalah proses membandingkan skala yang telah ditentukan sebelumnya. Selain itu bisa juga berarti pengukuran flow meter dengan skala pengukuran standar dan menyesuaikan agar sesuai dengan standar. Kalibrasi adalah aspek penting dari alat instrumentasi di berbagai industri yang membutuhkan pengukuran dengan akurasi tinggi. Beberapa contohnya seperti Minyak & gas, petrokimia dan manufaktur.

Flow meter dikalibrasi dengan membandingkan dan menyesuaikan pengukurannya agar sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Kegiatan kalibrasi ini biasanya dilakukan oleh produsen flow meter terkait. Namun juga bisa dikirimkan ke fasilitas kalibrasi independen.

 

LC Meter


Kalibrasi vs Re-Kalibrasi Flow Meter

Selain istilah “kalibrasi”, berkaitan dengan flow meter terdapat pula istilah “re-kalibrasi”. Lantas apa yang membedakan dari kedua istilah tersebut kaitannya dengan flow meter. Mari kita uraikan bersama-sama.

Kalibrasi flow meter melibatkan perbandingan pengukuran flow meter yang beroperasi dengan perangkat pengukur aliran standar. Kalibrasi juga berarti menyesuaikan agar skala flow meter yang dikalibrasi sesuai dengan skala standar. Sedangkan re-kalibrasi flow meter melibatkan kalibrasi flow meter yang sudah digunakan. Rekalibrasi secara berkala sangatlah penting karena pembacaan flow meter akan semakin menurun akurasinya dari waktu ke waktu karena efek penggunaan.

Perbedaan utama antara kedua prosedur tersebut adalah kalibrasi dilakukan sebelum flow meter dikirim untuk digunakan. Sementara rekalibrasi dilakukan setelah flow meter beroperasi untuk sementara waktu. Dukungan software dapat digunakan untuk memverifikasi keakuratan pengukuran setelah alat flow meter dikalibrasi.

 

Baca juga : Positive Displacement Flow Meter: Definisi, Fungsi dan Aplikasinya

 

Cara Melakukan Kalibrasi

Kalibrasi terhadap flow meter dapat dilakukan dengan beberapa cara. Utamanya selalu melibatkan perbandingan dan penyesuaian flow meter yang diuji agar sesuai dengan standar. Jika di Amerika Serikat, kalibrasi pengukur aliran dapat diperoleh dari National Institute of Standards and Technology (NIST). Sementara untuk di sebagian besar wilayah Eropa, standar kalibrasi berasal dari Laboratorium Van Swinden di Belanda. Sementara di Indonesia sendiri untuk mendapatkan kalibrasi pengukuran aliran bisa di Badan Metrologi Jakarta dan Direktorat Metrologi Bandung.

Secara umum, terdapat tiga macam prosedur di dalam melakukan kalibrasi flow meter. Adapun ketiganya yaitu master meter calibration, gravimetric calibration dan piston prover calibration. Untuk penjelasan dari masing-masing prosedur akan dijabarkan sebagai berikut:

 

Master meter calibration

Jenis prosedur ini membandingkan pengukuran flow meter yang sedang diuji dengan flow meter yang dikalibrasi atau flow meter “master”. Flow meter master adalah pengukur aliran yang sudah beroperasi pada standar aliran yang diinginkan. Flow meter master biasanya adalah alat pengukur yang sudah diatur sesuai dengan standar nasional maupun internasional. Sehingga flow meter yang dikalibrasi harus menyesuaikan dengan flow meter master.

Untuk melakukan master meter calibration, melalui beberapa tahapan diantaranya:

Letakkan master meter secara seri dengan flow meter yang diuji
Bandingkan pembacaan master flow meter dengan flow meter menggunakan volume cairan yang diukur
Sesuaikan flow meter yang sedang diuji dengan flow meter master.

 

Gravimetric calibration dan piston prover calibration

Gravimetric calibration

Kalibrasi gravimetri adalah salah satu prosedur pengkalibrasian yang paling akurat dan hemat biaya. Metode ini sangat ideal untuk kalibrasi pada flow meter cair dalam industri minyak, pemurnian air dan petrokimia. Berikut adalah tahapan untuk melakukan kalibrasi gravimetri

- Tempatkan cairan proses (sebagian kecil) dalam flow meter uji untuk waktu yang tepat yaitu saat mengalir 60 detik.
- Gunakan skala yang dikalibrasi untuk mendapatkan pengukuran yang akurat dari berat cairan uji
- Setelah periode pengujian selesai, alihkan cairan uji ke wadah pembuangan
- Dapatkan laju aliran dengan membagi berat volumetriknya dengan durasi pengujian
- Bandingkan laju aliran yang dihitung dengan laju aliran pada flow meter yang diuji

 

Piston prover calibration

Pada prosedur piston prover calibration, volume cairan yang diketahui dipaksa melalui flow meter yang sedang diuji. Piston prover atau pemeriksa piston adalah perangkat silinder dengan diameter internal yang diketahui. Piston prover berisi piston yang menghasilkan aliran volumetrik dengan perpindahan positif. Metode piston prover ini sangat ideal untuk kalibrasi pengukur aliran ultrasonik, bahan bakar serta aliran turbin dengan tingkat akurasi yang tinggi. Adapun tahapan dari prosedur kalibrasi ini yaitu

Tempatkan cairan proses di dalam pengukur piston dan flow meter yang sedang diuji
Kemudian hitung volume fluida yang dipindahkan dalam piston dengan mengalikan diameter dalam dengan panjang yang ditempuh piston
Bandingkan nilai ini dengan pengukuran dari flow meter uji dan sesuaikan

 

Kesimpulan

Kegiatan kalibrasi flow meter sangat penting untuk dilakukan. Disamping untuk menyesuaikan alat agar kembali akurat berfungsi optimal, juga memperpanjang umur dari penggunaan alat. Namun yang perlu menjadi perhatian yaitu berapa kali frekuensi untuk melakukan kalibrasi. Flow meter yang tidak pernah dikalibrasi tentu akan mempengaruhi performanya. Pun demikian dengan flow meter yang dikalibrasi terlalu sering. Dimana hal tersebut merupakan pemborosan dan kurang memberikan benefit yang optimal.