Home / Liquid Control Flow Meter / Mengenal Jenis-jenis Strainer untuk Sistem Flow Meter dan Cara Memilihnya

article Mengenal Jenis-jenis Strainer untuk Sistem Flow Meter dan Cara Memilihnya cover image

Mengenal Jenis-jenis Strainer untuk Sistem Flow Meter dan Cara Memilihnya

Jenis-jenis strainer untuk sistem flow meter memiliki bentuk dan kapasitas penyaringan yang berbeda-beda sesuai kebutuhan instalasi dan karakteristik fluida. Komponen ini berfungsi menyaring partikel, serpihan, karat, serta kotoran lain sebelum masuk ke flow meter agar tidak mengganggu akurasi pengukuran maupun merusak peralatan di bagian hilir. Oleh karena itu, pemilihan strainer yang tepat perlu disesuaikan dengan ukuran pipa, tekanan operasional, dan tingkat kebersihan fluida. Untuk memastikan kinerja penyaringan optimal, panduan instalasi LC strainer perlu diperhatikan, mulai dari penentuan posisi pemasangan, kesesuaian arah aliran fluida, hingga pemeriksaan sambungan dan pembersihan berkala. Dengan instalasi yang benar, LC strainer dapat membantu menjaga keandalan flow meter, mengurangi risiko penyumbatan, dan meningkatkan efisiensi sistem perpipaan.

 

Baca Juga : Bagaimana Cara Kerja LC Strainers? Simak Fungsi dan Perawatannya

 

Pemilihan strainer perlu disesuaikan dengan karakteristik fluida, kapasitas aliran, ukuran partikel, serta spesifikasi flow meter yang digunakan. Strainer yang tepat tidak hanya melindungi peralatan dari kontaminan, tetapi juga membantu menjaga kestabilan aliran dan akurasi pengukuran. Oleh karena itu, memahami panduan fungsi LC strainer sangat penting untuk mengetahui peran komponen ini dalam menyaring kotoran, mencegah penyumbatan, serta melindungi peralatan dari potensi kerusakan. Dengan memahami fungsi dan cara kerja LC strainer, pengguna dapat menentukan jenis strainer yang sesuai sehingga sistem perpipaan beroperasi lebih optimal, efisien, dan tahan lama.

 

Jenis-Jenis Strainer yang Umum Digunakan
 

Y-strainer

Beberapa jenis strainer yang umum untuk pemakaian pada instalasi perpipaan dan sistem flow meter antara lain:

 

1. Y-Strainer


Strainer jenis Y memiliki housing berbentuk huruf Y dengan elemen penyaring yang terletak pada bagian cabang, sehingga memudahkan operator melakukan pemeriksaan dan pembersihan secara berkala. Desain ini cocok digunakan untuk menyaring partikel, karat, dan kotoran dalam sistem perpipaan sebelum fluida memasuki flow meter atau peralatan lainnya. Sebagai bagian dari LC Meter System Accessories, Y-strainer membantu melindungi komponen sistem pengukuran, menjaga kestabilan aliran fluida, serta mengurangi risiko penyumbatan yang dapat memengaruhi kinerja dan akurasi flow meter.

 

Lihat Produk Kami : Liquid Controls System Accesories Strainer

 

Jenis strainer ini cocok untuk instalasi yang membutuhkan perlindungan terhadap partikel tanpa menggunakan konfigurasi yang terlalu besar. Untuk sistem dengan kebutuhan aliran tinggi dan penyaringan yang lebih optimal, penggunaan High Capacity Strainer dapat menjadi pilihan yang tepat karena dirancang untuk menangani volume fluida yang besar sesuai spesifikasi produk. Pemilihan strainer tetap perlu mempertimbangkan ukuran mesh, karakteristik fluida, tekanan operasional, serta kebutuhan flow meter agar proses penyaringan berjalan efektif. Dengan memilih jenis strainer yang sesuai, risiko penyumbatan dapat diminimalkan, komponen flow meter lebih terlindungi, dan kinerja sistem perpipaan tetap terjaga secara optimal.

 

2. Basket Strainer


Basket strainer menggunakan elemen penyaring berbentuk keranjang yang dapat dikeluarkan dari housing, sehingga proses pemeriksaan dan pembersihan menjadi lebih praktis, terutama pada sistem yang menampung banyak kontaminan. Sebagai salah satu komponen pendukung dalam sistem pengukuran fluida, Liquid Controls Accessories Strainer membantu menyaring partikel padat, karat, dan kotoran sebelum fluida mengalir menuju flow meter atau peralatan lainnya. Pemilihan strainer yang sesuai dengan kapasitas aliran, tekanan operasional, dan ukuran partikel yang perlu disaring dapat membantu menjaga akurasi pengukuran, mengurangi risiko penyumbatan, serta mendukung efisiensi dan keandalan sistem perpipaan dalam jangka panjang.

 

Lihat Produk Kami : Liquid Controls System Accesories High Capacity Strainer

 

Selain ukuran mesh, perhatikan kapasitas basket, material, pressure rating, serta kompatibilitas material dengan fluida. Faktor tersebut menentukan apakah basket strainer dapat bekerja dengan baik dalam kondisi operasi tertentu.

 

3. 90° Strainer


Beberapa konfigurasi flow meter menggunakan strainer dengan arah aliran 90°. Fill-Rite, misalnya, mencantumkan “standard 90° strainer” dengan basket stainless steel pada konfigurasi produknya.

 

Produsen tersebut juga menyediakan pilihan basket 40 mesh sebagai standar, 20 mesh untuk fluida berviskositas tinggi, dan 200 mesh untuk layanan LPG pada konfigurasi tertentu. 

 

Angka tersebut berlaku untuk produk dan aplikasi yang ditentukan oleh produsen. Jadi, Anda tidak dapat menganggapnya sebagai ukuran mesh yang berlaku untuk semua flow meter.

 

4. Duplex Strainer


Duplex strainer memiliki dua ruang penyaringan. Operator dapat mengisolasi salah satu sisi untuk melakukan pembersihan dan mengalihkan aliran ke sisi lainnya.

 

Konfigurasi ini membantu menjaga proses tetap berjalan saat operator perlu membersihkan elemen penyaring. Karena itu, duplex strainer banyak dipertimbangkan untuk sistem yang tidak dapat sering berhenti beroperasi.

 

Namun, sistem duplex membutuhkan konfigurasi valve dan prosedur switching yang tepat. Operator juga perlu memperhitungkan pressure drop pada masing-masing sisi.

 

Perhatikan tabel berikut: 

tabel strainer lcmeter

 

Cara Memilih Strainer untuk Flow Meter

basket strainer

Jangan memilih strainer hanya berdasarkan bentuk atau ukuran mesh strainer, pertimbangkan juga beberapa parameter berikut:

 

- Jenis fluida. Periksa viskositas, temperatur, sifat korosif, dan kandungan kontaminan.
- Ukuran partikel. Tentukan ukuran partikel yang perlu ditahan oleh strainer.
- Ukuran mesh. Pilih mesh yang mampu melindungi flow meter tanpa meningkatkan hambatan aliran secara berlebihan.
- Flow rate. Pastikan kapasitas strainer mampu menangani debit operasi sistem.
- Pressure dan temperature rating. Sesuaikan rating strainer dengan kondisi kerja aktual.
- Material konstruksi. Pastikan housing, basket, gasket, dan komponen lain kompatibel dengan fluida.
- Maintenance. Perhatikan kemudahan akses, pembersihan, dan frekuensi perawatan.


Ukuran mesh membutuhkan perhatian khusus. Mesh yang terlalu rapat memang dapat menahan partikel lebih kecil, tetapi juga lebih mudah mengalami fouling dan meningkatkan pressure drop. Sebaliknya, mesh yang terlalu kasar mungkin tidak memberikan perlindungan yang cukup untuk flow meter.

 

Pada aplikasi custody transfer, Anda juga perlu memperhatikan persyaratan sistem secara menyeluruh. OIML R 117-1:2019 mengatur dynamic measuring systems untuk cairan selain air, termasuk aspek hydraulic path dan perangkat pendukung dalam sistem pengukuran tersebut.

 

Untuk pengukuran air, ISO 4064-1:2024 menetapkan persyaratan metrologis dan teknis untuk water meter air dingin dan air panas, sedangkan ISO 4064-2:2024 membahas metode pengujian untuk evaluasi tipe dan verifikasi awal meter. 

 

Standar tersebut tidak menetapkan ukuran strainer yang sama untuk semua sistem. Anda tetap harus menyesuaikan pilihan dengan desain instalasi dan spesifikasi peralatan.

 

Kesimpulan 


Memahami jenis-jenis strainer membantu Anda memilih perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan sistem flow meter. Untuk mendapatkan flow meter dan perlengkapannya untuk aplikasi industri, kunjungi Liquid Controls Flow Meter Indonesia. Temukan pilihan produk dan informasi teknis untuk mendukung kebutuhan sistem metering Anda.

 

FAQ


Apa fungsi strainer pada flow meter?


Strainer menyaring partikel dan kotoran dari fluida sebelum mencapai flow meter. Komponen ini membantu melindungi meter dan peralatan downstream dari kontaminan yang dapat mengganggu operasionalnya.

 

Apa perbedaan Y-Strainer dan Basket Strainer?


Y-strainer menggunakan housing berbentuk Y dengan elemen penyaring pada bagian cabang. Basket strainer menggunakan elemen berbentuk keranjang yang dapat dilepas. Keduanya memiliki fungsi penyaringan, tetapi kebutuhan instalasi dan pemeliharaan dapat berbeda.

 

Berapa mesh strainer yang cocok untuk flow meter?


Tidak ada ukuran mesh yang cocok untuk semua flow meter. Tentukan mesh berdasarkan jenis fluida, ukuran partikel, flow rate, kebutuhan perlindungan meter, dan pressure drop yang diizinkan.

 

Apakah semua flow meter membutuhkan strainer?


Tidak semua flow meter membutuhkan konfigurasi strainer yang sama. Kebutuhannya bergantung pada desain sistem, karakteristik fluida, serta rekomendasi produsen flow meter.

 

Bagaimana menentukan strainer yang tepat untuk sistem industri?


Mulailah dari data sheet flow meter dan kondisi proses. Periksa jenis fluida, flow rate, tekanan, temperatur, ukuran partikel, material, ukuran mesh, pressure drop, dan kebutuhan maintenance sebelum menentukan jenis strainer.