Home / Liquid Control Flow Meter / Flow Meter Air Limbah: Definisi dan Variannya

article Flow Meter Air Limbah: Definisi dan Variannya cover image

Flow Meter Air Limbah: Definisi dan Variannya

Flow meter air limbah juga dikenal dengan istilah wastewater flow meter. Alat ini biasa digunakan untuk mengukur aliran berbagai jenis limbah khususnya limbah cair di pipa dan saluran terbuka.

 

Secara umum, aliran air limbah memiliki tingkat kesulitan tinggi untuk diukur secara akurat. Hal ini tentu disebabkan oleh beberapa faktor. Beberapa diantaranya seperti lingkungan yang korosif dan lembab. Selain itu, alirannya sendiri dapat mengalami ayunan yang lebar akibat adanya inflow dan infiltrasi. Air limbah biasanya dibawah dalam pipa saluran terbuka tidak penuh (non-full open channel pipes).

 

Lantas kemudian muncul pertanyaan, jenis flow meter apa saja yang cocok digunakan untuk mengukur aliran limbah? Pada dasarnya beberapa jenis flow meter dapat melakukannya. Berikut ini akan diulas beberapa flow meter yang dapat dioperasikan pada pengukuran aliran fluida berupa air limbah.

 


Jenis-Jenis Flow Meter Air Limbah (Bagian 1)

 

Pada umumnya, flow meter air limbah hampir sama jenisnya dengan flow meter untuk industri minyak dan gas. Namun, tidak semua jenis flow meter dapat digunakan untuk mengukur aliran limbah. Berikut ini merupakan beberapa jenis flow meter yang sering digunakan sebagai pengukur aliran air limbah.

 

1. Magnetic Flow Meters


Flow meter electromagnetik didasarkan pada hukum Faraday tentang induksi elektromagnetik. Hal ini dapat diartikan bahwa aliran yang diukur mengalir tegak lurus terhadap arah gaya garis magnet. Sehingga akan menghasilkan gaya gerak listrik yang diinduksi dari peristiwa tersebut.

 

Konduktivitas dalam air merupakan salah satu prasyarat agar flow meter elektromagnetik dapat bekerja dengan baik. Air limbah mengandung sejumlah besar kotoran dan garam. Dimana material ini memiliki konduktivitas tertentu. Oleh karena itu, flow meter ini dapat digunakan untuk pengukuran limbah. Sedangkan untuk air murni, flow meter jenis ini cenderung tidak dapat digunakan.

 

Keuntungan dari pengukur aliran elektromagnetik antara lain tingkat presisi yang tinggi, pengukuran yang stabil dan rentang penggunaan yang luas. Elektroda dan lapisan dalam (inner lining) dapat dipilih sesuai medianya. Sehingga dapat juga digunakan untuk mengukur aliran dengan media fluida berkondisi buruk.

 

Namun dibalik nilai plus dalam penggunaannya, tentu terdapat nilai minusnya. Salah satunya yaitu alat ini mudah terganggu oleh gelombang elektromagnetik serta tidak cocok untuk pipa berdiameter besar. Selain itu, kekurangan lainnya yaitu semakin mahal harga flow meter ini maka semakin sulit perawatan dari elektromagnetik flow meter.

 

2. Orifice Flow Meter


Prinsip kerja dari flow meter orifice yaitu menggunakan pelat dalam pipa fluida dan pemancar perbedaan tekanan yang terdapat pada tabung. Tujuannya untuk mengukur tekanan antara bagian hulu dan hilir dari bagian tabung.

 

Secara umum, pengukur aliran orifice banyak digunakan di berbagai industri. Beberapa diantaranya seperti industri lingkungan, metalurgi, kimia, farmasi, makanan, kertas serta industri lainnya.

 

 

Jenis-Jenis Flow Meter Air Limbah (Bagian 2)

 

1. Open Channel Flow Meters


Sebagian besar metode pembuangan pada limbah pabrik yaitu dialirkan secara alami menuju ke area pembuangan. Baik itu menggunakan pipa terbuka maupun pipa tertutup. Saluran terbuka (open channel) adalah saluran air yang mengalir dalam keadaan tidak berbentuk tabung penuh. Atau dalam kata lain saluran air dengan permukaan bebas.

 

Model open channel ini mengukur limbah yang mengandung banyak kotoran dan komponen kimia organik. Sehingga untuk aliran limbah seperti ini, tidak dapat menggunakan flow meter bertekanan tinggi.

 

Keuntungan dari penggunaan flow meter open channel ini adalah rentang pengukurannya yang besar. Selain itu, pengukuran alira tidak terpengaruh oleh sedimen di dalam air, adanya gelembung maupun ketinggian air. Sensor aliran yang digunakan juga memiliki ketahanan terhadap aliran air serta memiliki struktur sederhana.

 

Secara aspek instalasinya, saluran ini tidak perlu dimodifikasi sehingga dapat dipasang langsung. Disamping itu, biaya pemasangan dan konstruksinya rendah. Oleh karena itu, alat ini cocok untuk mengukur debit limbah dari instalasi pengolahan limbah.

 

2. Ultrasonic Flow Meters


Prinsip kerja pengukur aliran ultrasonik adalah yakni menggunakan semacam gelombang yang dapat memancarkan sinyal. Sepasang probe ultrasonik mengirimkan sinyal melalui media perantara ke sisi lain dari dinding tabung. Kemudian sinyal tersebut akan diterima oleh probe lainnya. Berdasarkan skema tersebut, flow meter ultrasonik dapat menghitung aliran fluida.

 

Secara umum, pengukur aliran ultrasonik terbagi menjadi dua tipe yaitu tipe klip eksternal (external-clip type) dan tipe plug-in (plug-in type). Dari keduanya, flow meter ultrasonik bertipe klip eksternal lebih mudah dibawah dan dipasang.

 

Penggunaan flow meter ini memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya dari segi pemasangan alat. Apabila dibandingkan dengan elektromagnetik flow meter, ultrasonik jelas lebih mudah konstruksinya, biaya relatif rendah serta perawatannya yang mudah.

 

Kemudian dari sistem perpipaan-nya pun cenderung fleksibel. Jika pemasangan menggunakan pipa lurus pada flow meter ini tidak memenuhi persyaratan. Pemasangan flow meter ultrasonik dapat menggunakan sistem multi saluran (multi-channel).

 


Cara Pemilihan Pengukur Aliran Limbah yang Tepat

 

Sebelum anda membuat pemilihan instrumen atau alat flow meter air limbah. Alangkah baiknya dapat melihat perbedaan dari masing-masing flow meter yang telah disebutkan di atas.

 

1. Elektromagnetik Flow Meter

stabil dalam melakukan pengukuran. Dapat digunakan untuk mengukur berbagai media, tetapi rentan terhadap interferensi elektromagnetik. Harganya cenderung mahal seiring dengan lebar diameter pipa yang digunakan


2. Ultrasonik Flow Meter

memiliki biaya rendah. Tingkat akurasi pengukuran tinggi serta pemasangan dan perawatan yang mudah. Pengoperasian dari alat ini cenderung stabil


3. Open Channel Flow Meter

memiliki rentang pengukuran yang luas. Kemudian pengukuran aliran tidak terpengaruh oleh perubahan media, namun dibatasi oleh ukuran tangki pengukur.

 

Berdasarkan penjelasan diatas, pada prinsip masing-masing flow meter air limbah memiliki nilai plus dan minus tersendiri. Untuk menentukan flow meter mana yang terbaik, salah satunya bisa disesuaikan dengan ranah industri yang akan menggunakannya.